Silaturahmi Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Atase Kepolisian KBRI Bangkok, Pengurus Permitha (PPI Thailand), serta Mahasiswa Indonesian – Thailand

Pada hari Sabtu, 22 Agustus 2020, Atdikbud dan Atpol KBRI Bangkok melakukan silaturahmi dengan para pengurus Permitha 2020-2021 serta seluruh mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Thailand. Acara yang dihadiri oleh 37 partisipan ini dimulai dengan arahan dari Prof. Dr. Mustari, M.Pd selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Bangkok yang pada kesempatan kali ini, beliau menyampaikan tentang diplomasi yang dapat dilakukan yaitu dengan cara mempromosikan sektor pendidikan dan kebudayaan antara Indonesian dan Thailand. Lebih lanjut beliau memotivasi para mahasiswa yang diharapkan sebagai agen pengubah dan pembawa penguatan tentang diplomasi melalui penguatan nilai-nilai karakter, salah satunya yaitu dengan diplomasi tukar pikiran, ide, serta gagasan dan kolaborasi research untuk bersama-sama membangun dan mempererat pendidikan kedua belah negara. Beliau juga mengingatkan agar para mahasiswa untuk fokus belajar, serta tidak ikut-ikutan terjun dalam kondisi politik Thailand yg sedang panas saat ini.

Prof. Dr. Mustari, M.Pd sedang memberikan arahan kepada para mahasiswa (Doc. Permitha).

Selanjutnya, arahan lain disampaikan oleh Pak Kombes Leo Andi Gunawan selaku Atase Kepolisian KBRI Bangkok, yang melanjutkan pemaparannya kepada para mahasiswa untuk lebih berhati-hati dan tidak terlibat masuk ke ranah politik negara yang sedang terjadi saat ini di Thailand. Seperti yg kita ketahui bersama bahwa kondisi politik di Thailand saat ini sedang tidak baik. Sejak beberapa bulan terakhir, banyak sekali demonstrasi yg terjadi di berbagai sudut daerah dan perkotaan serta kampus-kampus di Thailand yang mendesak kabinet Thailand untuk merevisi undang-undang Thailand untuk memberikan kebebasan bernegara kepada rakyatnya, para demonstran juga umumnya terdiri dari aktivits masyarakat dan mahasiswa.

Disisi lain, Pak Atpol juga menjelaskan tentang penyebaran obat-obatan berbahaya seperti narkoba yang saat ini marak dijual bebas di Negara Thailand secara online. Hal tersebut menjadi perhatian bagi Pemerintah Thailand saat ini untuk memberantas narkoba, bahkan tak segan-segan Pemerintah juga memberikan reward kepada siapa saja yang dapat membantu pemerintah dalam memberantas Narkoba. Hal tersebut sengaja disampaikan, mengingat ada beberapa WNI yang terlihat dalam kasus itu sebagai kurir pengangkut dan saat ini sedang mejalani proses di pengadilan Negara Thailand.

Kombes Leo Andi Gunawan sedang memberikan arahan kepada para mahasiswa (Doc. Permitha).

Selanjutnya, Pria yang mempunyai background lulusan S2 dari Tokyo, Jepang dan memiliki pengalaman sebagai seorang Kapolsek dan Kapolres terlihat lebih akrab dengan mahasiswa saat berbicara juga memberikan penjelasan tentang maraknya kasus cyber crime yang terjadi di Thailand dengan modus penipuan. Kasus seperti ini juga terjadi di 17 negara lainnya dengan cara si pelaku memprofiling media social kita yaitu dengna cara membangun sebuah cerita dalam menipu sejumlah uang kepada si korban melalui media social. Hal ini juga menjadi perhatian Atase Kepolisian KBRI Bangkok dan diharapkan para mahasiswa juga lebih berhati-hati terhadap hal ini.

Atdikbud, Atpol KBRI Bangkok, Pengurus Permitha, serta Mahasiswa Indonesia – Thailand pada sesi foto bersama (Doc. Permitha).

Informasi lain yang menjadi perhatian antara Atdikbud dan Atpol KBRI Bangkok juga yaitu tentang para mahasiswa asal Indonesia yang belum bisa kembali ke Thailand untuk belajar. Hal tersebut dikarenakan belum ada penerbangan dari Indonesia ke Thailand dan Kedutaan Besar Thailand di Jakarta belum bisa memberikan izin kepada para mahasiswa asing untuk pergi belajar ke Thailand. Berbagai upaya telah dilakukan, kabar terbaru yaitu Kedubes Thailand masih mengobersevasi Indonesia untuk masuk list Negara yang diizinkan masuk ke Thailand. Disisi lain, jika kita melihat kasus covid 19 di Thailand saat in jumlahnya semakin menurun mendekati nol, bahkan Thailand sendiri dinobatkan sebagai Negara  kategori terbaik dunia dalam penanganan covid. Sehingga hal ini menjadi perhatian Pemerintah Thailand untuk lebih berhati-hati memberikan izin masuk kepada para mahasiswa asing, ucap Prof Mustari selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Bangkok (Sumber: Sekretaris Permitha).