Departemen Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa
Departemen Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa
Departemen Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa bertujuan membantu mahasiswa baru siap secara administratif, akademik, sosial, budaya, finansial, dan mental sebelum tiba serta selama menjalani perkuliahan di Thailand.
Mengidentifikasi kebutuhan dan permasalahan mahasiswa Indonesia di Thailand.
Memetakan kebutuhan kesejahteraan mahasiswa.
Mengadvokasi kebutuhan mahasiswa.
Menangani isu yang berkaitan dengan kelancaran pendidikan.
Memberikan perhatian terhadap kesehatan fisik dan mental mahasiswa.
Menyusun konten edukasi berdasarkan masalah yang sedang menjadi perhatian bersama.
Menyelenggarakan edukasi terkait kesejahteraan mahasiswa.
Menyelenggarakan kelas kesehatan atau kelas kesehatan mental.
Mengembangkan materi edukasi secara berkelanjutan, runtut, dan terstruktur.
Menyediakan ruang aman untuk diskusi.
Memberikan dukungan kepada mahasiswa yang membutuhkan.
Melakukan pemetaan kebutuhan sebagai dasar penyusunan program.
Pusat advokasi dan kesejahteraan mahasiswa.
Pengidentifikasi kebutuhan dan masalah mahasiswa.
Penyedia edukasi terkait kesejahteraan.
Penyedia ruang aman dan dukungan mahasiswa.
Penghubung antara kebutuhan mahasiswa dengan respons organisasi.
Luaran yang direncanakan:
Buku Survival di Thailand merupakan panduan praktis bagi mahasiswa baru Indonesia agar lebih siap berangkat, tiba, dan beradaptasi di Thailand. Isi utamanya mencakup persiapan dokumen penting seperti paspor, visa pelajar/ED Plus, TDAC, dokumen kampus, asuransi, kontak darurat, serta salinan dokumen; panduan visa untuk mahasiswa dan keluarga; kewajiban imigrasi seperti TM.30, TM.7, TM.47/90-day report, dan re-entry permit; persiapan biaya awal, barang bawaan, obat pribadi, tempat tinggal, transportasi, rekening bank, makanan, serta etika sosial. Buku ini juga menekankan pentingnya keselamatan, kewaspadaan terhadap scam, penyimpanan nomor darurat, dukungan buddy/PERMITHA/kampus/KBRI, serta menjaga kesehatan mental selama menghadapi culture shock, homesickness, dan tekanan akademik. Intinya, mahasiswa perlu menyiapkan dokumen dengan baik, selalu mengecek sumber resmi, memahami aturan visa-imigrasi, membangun jejaring dukungan, menjaga keamanan diri, dan tidak ragu meminta bantuan saat mengalami masalah.
Survey kebutuhan mahasiswa baru (kolaborasi Dias-Dikbud)
Webinar Financial Survival 101
Webinar Stres Akademik dan Cara Mengelolanya
Mini-survey kondisi mahasiswa akhir semester
Self-care, Mindfulness, Refleksi Diri
Webinar Smart Spending
Infografis kesehatan mental:
Body Dysmorphia
Stoikis
Impostor Syndrome
FOMO
Burnout
People Pleasing
Social Anxiety Disorder vs Introvert