All about Thai Bank Account for Foreigner

Pembuatan akun bank Thailand untuk Foreigner

Apa yang perlu dipersiapkan dalam pembuatan bank account untuk Foreigner??

Beberapa bank memberikan informasi persyaratan dan langkah dalam pembuatan akun pada website maupun dapat membeikan informasi melalui call center. Beberapa dokumen yang perlu dibawa saat pembuatan akun bank:

  • Passport,
  • Certificate of residence/work permit/stay permit,
  • LoA for student or work contract for worker.
  • Uang deposit awal dan pembuatan debit card kurang lebih 1000 THB (rata-rata minimum deposit: 500 THB, debit card 200-300 THB)

Saving Account merupakan akun yang paling mudah dibuka oleh foreigner/expat.

Untuk Bangkok Bank atau CIMB, pembukaan akun bank dapat dilakukan pula oleh wisatawan asing tergantung jumlah sisa bulan izin tinggal (visa). Untuk foreigner, disarankan melakukan pembukaan akun bank di cabang pusat untuk mengurangi penolakan maupun kendala pada cabang kecil.

Mesin ATM di Thailand memiliki fungsi yang hamper sama seperti di Indonesia, selain memiliki fungsi untuk transfer, tarik tunai maupun setor tunai dan pembayaran tagihan. Keunggulan  lainnya adalah fungsi cardless yaitu dapat melakukan penarikan tunai tanpa menggunakan kartu.

Keuntungan Pembuatan Bank Account di Thailand untuk Foreigner

No ATM Withdraw Fees

Tidak terkena biaya 220 baht pada setiap transaksi penarikan tunai

No Conversion Rate Fees

Tidak ada lagi kerugian karena tingkat konversi 3%, baik dari penarikan ATM atau dari pertukaran mata uang

Access to Thai Debit Card

Kartu debit Thailand membuka peluang untuk transaksi tanpa uang tunai cashless dan pembelian/pembayaran online. Perlu diingat bahwa kartu yang bermerek “Electronic use only” terbatas untuk pembelian di dalam toko.

Transfer Funds In and Out of Thailand

Memiliki sarana untuk mentransfer dana dari negara asal yang dapat diakses di Thailand

Alternative Banks in Thailand for Foreigner

Beberapa bank di Thailand yang sering dipilih oleh foreigner:

Bangkok Bank

Bangkok Bank merupakan bank terbesar di Thailand dalam hal aset, dengan total asset sebesar US $ 78 miliar. Bank ini terdiri dari 1.238 cabang di tingkat lokal, 9.211 mesin ATM, dan memiliki 26 cabang internasional di 13 negara, menjadikannya bank Thailand papan atas dengan jaringan cabang luar negeri terbesar.

Dengan 18 juta rekening, Bangkok Bank bukan hanya bank terbesar di Thailand tetapi juga yang paling ramah terhadap orang asing. Bangkok Bank juga merupakan perusahaan publik dan merupakan salah satu dari lima perusahaan terbesar yang diperdagangkan di Bursa Efek Thailand. Kantor utama Bangkok Bank di Silom sering disebut sebagai cabang terbaik untuk dikunjungi foreigner. Selain itu, Bangkok Bank memiliki nilai tukar terbaik dari semua bank Thailand dalam hal transfer internasional. Info lebih lanjut dapat diakses melalui http://www.bangkokbank.com/.

Kasikorn Bank

Didirikan pada tahun 1945, Kasikorn Bank merupakan bank komersial terbesar keempat di Thailand yang diukur dengan total aset (US $ 70,8 miliar). Kasikorn Bank (sebelumnya dikenal sebagai Thai Farmers Bank) menyediakan berbagai layanan perbankan konsumer, komersial, dan korporat termasuk pinjaman, penyetoran, layanan kartu kredit, pembiayaan perdagangan internasional, layanan kustodian, manajemen aset, dan layanan perbankan investasi. Kasikorn Bank terbukti menjadi salah satu yang paling mudah untuk aplikasi kartu kredit dan juga merupakan bank pertama di Thailand yang menawarkan layanan kartu kredit pada tahun 1973. Pada tahun 2011, bank tersebut adalah yang pertama di dunia yang menawarkan sistem pembayaran yang aman melalui penggunaan ponsel. Cabang Kasikorn Bank yang paling ramah untuk foreigner adalah cabang Sukhumvit 33. Ada 1.054 cabang Kasikorn di Thailand, 9.460 mesin ATM, dan 5 cabang internasional. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat mengunjungi https://www.kasikornbank.com/.

Siam Commercial Bank (SCB)

Dikenal sebagai bank domestik pertama di Thailand, Siam Commercial Bank didirikan secara tidak resmi pada tahun 1904, dan secara resmi pada tahun 1907. Bank ini terdaftar di Bursa Efek Thailand pada tahun 1976. SCB merupakan bank pertama yang memperkenalkan ATM di Thailand, pada tahun 1983. SCB meliputi berbagai industri termasuk perbankan, asuransi, real estat, dan leasing, dan memiliki total aset US $ 82,1 miliar. Orang Thailand cenderung menyukai bank ini terutama untuk aplikasi mobile yang mudah digunakan. Layanan perbankan yang diberikan SCB antara lain yaitu perbankan pribadi seperti deposito baht Thailand, deposito mata uang asing, pengiriman uang internasional, pertukaran mata uang, pengelolaan dana, perbankan internet, pinjaman konsumen, asuransi jiwa dan kecelakaan. Serta memfasilitasi untuk business dan corporate banking. Kunjungi situs web mereka di http://www.scb.co.th/ untnuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Siam Commercial Bank juga menawarkan berbagai layanan perbankan online melalui http://www.scbeasy.com.

Krungthai Bank

Bank Krungthai memiliki total aset US $ 83,4 miliar, dan 56% perusahaan dimiliki oleh pemerintah Thailand. Didirikan pada 14 Maret 1966, Bank Krung Thai merupakan hasil penggabungan dua bank milik pemerintah, Kaset Bank dan Monton Bank. Pada tanggal 2 Agustus 1989, Krungthai merupakan perusahaan negara pertama yang memasuki Bursa Efek Thailand. Layanannya yang diberikan termasuk perbankan komersial dan berfungsi sebagai saluran pemerintah untuk layanan keuangan. Jaringan yang dioperasikan sebanyak 1.210 cabang, menjadikannya bank Thailand dengan jumlah cabang domestik terbesar. Krung Thai Bank menawarkan berbagai macam produk untuk memenuhi kebutuhan keuangan pelanggan pribadi, perusahaan komersial dan semua kategori klien. Kunjungi http://www.ktb.co.th/ untuk mengetahui informasi lebih lanjut.

TMB Bank

TMB Bank dimiliki 30% oleh ING, 26% dimiliki oleh Kementerian Keuangan Thailand, 7% dimiliki oleh DBS, dan 2% dimiliki oleh militer Thailand. Total asset yang dimiliki sebesar US $ 24,6 miliar. Field Marshal Sarit Tanarat mendirikan TMB Bank pada tahun 1957, dengan tujuan memberikan solusi keuangan untuk personil militer. Pada tahun 1973, TMB menjadi bank komersial yang terbuka untuk masyarakat umum. TMB Bank diakui pada tahun 2015 sebagai Best Managed Bank di wilayah Asia Pasifik, dan merupakan bank Thailand pertama yang menerima penghargaan tersebut. Untuk informasi lebih lanjut kunjungi https://www.tmbbank.com/

Bank of Ayudhya / Krungsri

Bank Ayudhya atau Krungsri, didirikan pada tahun 1945 dan dianggap sebagai bank terbesar ke-5 di Thailand dalam hal pinjaman, deposito, dan aset. Total aset bank sebesar US $ 35,2 miliar dengan 657 cabang domestik, 3 cabang luar negeri, dan 5.311 mesin ATM di Thailand. Layanan yang diberikan meliputi perbankan, investasi, keuangan konsumen, manajemen aset, dan layanan keuangan lainnya. Untuk informasi lebih lanjut dapat mengunjungi laman berikut https://www.krungsri.com/bank/en

Thanachart Bank

Thanachart Bank, sebelumnya bernama Ekachart Finance Public Company Limited, didirikan sebagai perusahaan keuangan. Saat itu dikenal sebagai pemberi pinjaman mobil terkemuka di Thailand. Perusahaan induknya adalah Thanachart Capital PCL (TCAP). Thanachart menerima lisensi perbankan terbatas dan mulai beroperasi di Thailand pada tahun 2002 dan memperoleh lisensi perbankan komersial penuh pada tahun 2004. Hampir setengah dari saham bank dimiliki oleh Scotia bank Kanada sebesar 49% dari Bank Thanachart, dan bergabung dengan Siam City Bank. Thanachart Bank merupakan bank terbesar ke-6 di Thailand dalam hal asset dengan total aset bank sebesar US $ 31,2 miliar, dan saat ini melayani 4 juta pelanggan di 600 cabang domestiknya. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi https://www.thanachart.co.th/en

Kiatnakin Bank

Kiatnakin didirikan pada tahun 1971 sebagai perusahaan jasa keuangan. Bank menerima lisensi perbankan komersial pada tahun 2005. Kiatnakin merupakan bank dengan layanan lengkap dengan total aset US $ 18,1 miliar. Saat ini memiliki 52 cabang di seluruh Thailand, dan melayani 3 segmen bisnis, yaitu: bisnis pasar modal, perbankan komersial, dan segmen restrukturisasi hutang. Bank bergabung dengan Phatra Capital Public Company Limited pada 2012 untuk menjadi Kiatnakin Phatra Financial Group. Saat ini beroperasi melalui 66 cabang di seluruh negeri. Kunjungi http://www.kiatnakin.co.th/ untuk informasi lebih lanjut.

CIMB Bank

CIMB Bank, formerly Bank Thai, operates as a subsidiary of CIMB Group. The bank was created in 1998 after the consolidation of 14 financial institutions in the country, as a result of the 1997 Asian financial crisis. It is one of the largest banks in Thailand in terms of assets with total asset of US $8.2 billion. It is a subsidiary of the CIMB Group, which is Malaysia’s 2nd largest financial services provider. Thailand’s 10th largest bank in terms of assets, it offers comprehensive banking solutions for both consumers and businesses in the country. Among these services are commercial banking, consumer banking, investment banking, Islamic banking, and insurance products.

The largest government–run banking network operates with a vision to make BankThai a bank operated by Thais and for Thais with a professional management team offering quality banking services. Log on to their official website at http://www.cimbthai.com/. Jika sudah memiliki akun bank CIMB-Niaga, tarik tunai dapat dilakukan di ATM CIMB Thai tanpa terkena biaya 220 baht untuk tarik tunai dengan nilai tukar yang tidak jauh berbeda dari yang tertera pada website https://www.cimbclicks.co.id/ib-cimbniaga/Ge12100a.html.

CIMB Bank, sebelumnya merupakan Bank Thai, beroperasi sebagai anak perusahaan dari CIMB Group yang merupakan penyedia layanan keuangan terbesar ke-2 di Malaysia.. Bank ini didirikan pada tahun 1998 setelah konsolidasi 14 lembaga keuangan di Thailand, sebagai akibat dari krisis keuangan Asia 1997. CIMB Thai merupakan bank terbesar ke-10 di Thailand dalam hal aset dengan total aset sebesar US $ 8,2 miliar. Bank ini menawarkan solusi perbankan yang komprehensif untuk konsumen dan bisnis di negara ini dengan layanan yang diberikan meliputi perbankan komersial, perbankan konsumen, perbankan investasi, perbankan syariah, dan produk asuransi. Jaringan perbankan terbesar yang dikelola pemerintah beroperasi dengan visi untuk menjadikan BankThai bank yang dioperasikan oleh warga Thailand dan untuk warga Thailand dengan tim manajemen profesional yang menawarkan layanan perbankan berkualitas. Untuk informasi lebih lanjut kunjungi situs resmi di http://www.cimbthai.com/. Jika sudah memiliki rekening akun bank CIMB-Niaga (CIMB Group), tarik tunai dapat dilakukan di ATM CIMB Thai tanpa biaya tambahan 220 baht untuk tarik tunai dengan nilai tukar yang tidak jauh berbeda dari yang tertera di situs web https://www.cimbclicks.co.id/ib -cimbniaga / Ge12100a.html.

Standard Chartered Thailand

Standard Chartered Thailand merupakan anak perusahaan dari grup keuangan internasional, Standard Chartered. Bank ini mulai beroperasi di Thailand pada tahun 1894. Pada tahun 1999, Standard Chartered mengakuisisi 75% saham Bank Nakornthon, yang memiliki 67 cabang domestik. Total asetnya sebesar US $ 6,1 miliar. Menawarkan produk dan layanan perbankan konsumen dan wholesale. Standard Chartered cabang Thailand merger dengan Nakornthon Bank pada 2005 dan berganti nama menjadi entitas baru, Standard Chartered Bank (Thailand) PCL. Kunjungi https://www.sc.com/th/id/ untuk informasi lebih lanjut.

Citi Bank

Citi® mendirikan bisnis di Thailand pada tahun 1967, dan telah berkembang menjadi salah satu lembaga keuangan terkemuka di Thailand. Citi® memiliki sekitar 200 juta akun pelanggan dan melakukan bisnis di lebih dari 160 negara dan wilayah hukum. Citi Thailand menyediakan berbagai solusi perbankan korporasi dan konsumen melalui Citi®. Citi memiliki 3 cabang Perbankan Ritel dan 30 cabang jaringan Citi. Klien Citi Thailand meliputi pemerintah dan entitas terkait, perusahaan multinasional global, korporasi lokal terkemuka dan lembaga keuangan, serta konsumen yang berpikiran global. Citi Thailand adalah pemimpin dalam perbankan korporasi dan investasi, valuta asing, broker sekuritas, layanan transaksi, kartu kredit, pinjaman konsumen, perbankan ritel dan manajemen kekayaan. Citi Thailand terpilih sebagai Bank Komersial Asing Terbaik di tahun 2012 oleh Finance Asia, sepuluh kali berturut-turut menerima penghargaan ini. Kantor utama Citibank berada di Sukhumvit dan Asok. Status Gold dapat diperoleh dengan setoran minimum 3 juta THB, opsi ini merupakan opsi yang bermanfaat dan dapat menjadi pertimbangan jika sering melakukan transaksi perbankan lintas negara. Citibank dikenal dengan kartu kreditnya yang bermanfaat dan dapat digunakan pada banyak negara. Kunjungi https://www.citibank.co.th/en/ untuk informasi lebih lanjut.

(Penulis: Tim Ekraf Permitha 20/21)

Referensi: 

https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_banks_in_Thailand

https://corporatefinanceinstitute.com/resources/careers/companies/top-banks-in-thailand/

Rapat Koordinasi Tim AASIC 8, Permitha, dan KBRI Bangkok terkait Konferensi Internasional AASIC Ke-8 Tahun 2020 di Bangkok, Thailand

Pada Hari Selasa, 26 Mei 2020 telah diselenggarakan rapat koordinasi mengenai rencana penyelenggaraan Asian Academic Society International Conference (AASIC) yang ke-8 oleh panitia AASIC ke-8, pengurus harian Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Thailand (Permitha), serta perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bangkok. Secara keseluruhan, rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh sejumlah 21 peserta. Dari pihak KBRI, rapat ini dihadiri oleh Prof. Dr. Mustari Mustafa, M.Pd. sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Bangkok beserta 3 staf lainnya yaitu Bapak Muhammad Sofian Sori, Ibu Sari Suharyo, serta Bapak Adul Leesen. Mengingat kondisi dan situasi akibat pandemi COVID-19, rapat tersebut dilaksanakan secara online selama 2 jam yaitu dari pukul 20.00-22.00 waktu Bangkok.

Peserta rapat yang terdiri dari Permitha, Atdikbud KBRI Bangkok serta Panitia AASIC ke-8

Terdapat 2 agenda utama dalam rapat tersebut, yakni pengenalan panitia AASIC ke-8 serta pemaparan rencana kegiatan AASIC ke-8. Panitia AASIC ke-8 terdiri dari 35 mahasiswa master dan doktor yang berasal dari 3 universitas di Thailand, yakni Mahidol University, Kasetsart University, serta Chulalongkorn University. Untuk penyelenggaraan AASIC ke-8 di tahun 2020 ini, panitia telah mengajukan permohonan kerjasama dengan Mahidol University sebagai co-host.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Prof. Mustari menyampaikan bahwa tahun ini bertepatan dengan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Thailand, sehingga diharapkan tema AASIC ke-8 dapat selaras dengan tema peringatan tersebut, yaitu innovation and creativity. Pesan khusus yang disampaikan kepada seluruh panitia yaitu agar selalu menjaga integritas dan kejujuran dalam bekerja. Hal tersebut sangat penting untuk menjaga reputasi Negara Indonesia di mata pihak-pihak yang turut terlibat dalam kegiatan ini. Kegiatan AASIC ke-8 sangat didukung oleh KBRI Bangkok khususnya bidang Atase Pendidikan dan Kebudayaan. Konferensi ini pun rencananya akan dibuka langsung oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Thailand. Pada saat rapat koordinasi itu pula, Prof. Mustari telah menunjukkan kesediaannya untuk menjadi salah satu keynote speaker serta reviewer di AASIC ke-8 tahun ini.

Menanggapi apa yang disampaikan oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Bangkok, dr. Kevin Muliawan Soetanto selaku ketua panitia menyampaikan bahwa konferensi AASIC ke-8 ini juga turut mendukung peringatan 70 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Thailand. Tema yang dipilih pada konferensi tahun ini yaitu “ASIA Sustainable Innovation: Global Health Diplomacy, Technology and SDGs Accordance”. Di dalam tema besar tersebut terdapat 6 subtema yakni 1) Public health, health science, and health technology, 2) Disaster mitigation and political decision, 3) Economy, industry, and transportation, 4) Energy and environment, 5) Human development and behavior, dan 6) Food security and biosecurity. Tema tersebut dipilih untuk mengakomodasi inovasi dan kreativitas dalam menanggapi isu-isu terkini, terutama dalam hal pemulihan kondisi setelah pandemi COVID-19 serta demi tercapainya Sustaianble Development Goals (SDG) 2030.

Target peserta AASIC ke-8 secara umum berasal dari benua Asia terutama dari Indonesia, Thailand, Vietnam, Laos, Jepang, Cina, India, dan Myanmar. Peserta konferensi ini terbuka untuk berbagai kalangan seperti peneliti, profesional, praktisi, dan mahasiswa dari benua Asia. Peserta akan diundang untuk mempresentasikan penelitian dan pengalaman berdasarkan keahlian mereka kepada khalayak. Jumlah peserta yang ditargetkan yaitu minimal 200 partisipan yang terdiri dari presenter dan nonpresenter. Konferensi ini tidak hanya menawarkan kesempatan untuk menjadi presenter lisan, tetapi juga memberikan kesempatan untuk mempresentasikan dalam bentuk poster. Makalah yang dikirimkan akan diterbitkan dalam conference abstract book, sedangkan makalah yang berhasil lolos kajian akan diterbitkan dalam registered proceeding book serta berkesempatan untuk diterbitkan oleh indexed publisher. Saat ini, panitia sedang menyusun Memorandum of Understanding (MoU) dengan Direktur Bangladesh Journal of Medical Science untuk menerbitkan jurnal yang terakreditasi Scopus.

Konferensi ini telah disusun dalam 2 skema, yaitu online atau offline karena mempertimbangkan kondisi akibat COVID-19, yang selanjutnya akan diputuskan pada pertengahan Bulan September 2020. Apabila dilaksanakan secara online, konferensi akan diselenggarakan di Bangkok (tentatif) dengan peserta tetap berada di lokasi masing-masing. Konferensi akan dilaksanakan selama 2 hari, yaitu tanggal 4-5 Desember 2020. Sedangkan apabila dilaksanakan secara offline, pelaksanaannya akan berlangsung selama 3 hari yaitu tanggal 3-5 Desember 2020. Untuk dua hari pertama akan dilaksanakan konferensi di Bangkok (tentatif), sedangkan hari terakhir akan dilaksanakan field trip ke beberapa situs bersejarah dan tempat wisata di Bangkok. Pada dua skema tersebut juga akan disajikan pertunjukan budaya seperti tarian, pariwisata, dan iklan-iklan diplomasi budaya Indonesia dan Thailand lainnya.

Artikel dipublikasikan:

  1. https://wartakota.tribunnews.com/2020/06/04/permitha-dan-kbri-bangkok-gelar-rapat-koordinasi-aaisc-ke-8
  2. https://m.republika.co.id/berita/qbeizc374/permitha-dan-kbri-bangkok-akan-gelar-konferensi-aasic
  3. https://atdikbudbangkok.org/berita-atdikbud/2020/06/02/ppi-permitha-kbri-akan-laksanakan-8th-international-conference/

PERMITHA DAN ATDIKBUD KBRI BANGKOK MENGADAKAN HALALBIHALAL IDUL FITRI 2020

BANGKOK – Tidak seperti biasanya, acara tahunan halalbihalal idul fitri tahun ini digelar Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Thailand (Permitha) bersama KBRI Bangkok di Thailand berlangsung melalui daring conference by zoom pada tanggal 31 Mei 2020, pukul 20.00-22.00 (Thai time) di Bangkok. Hal ini menjadi menarik perhatian berbagai pihak, pasalnya para mahasiswa yang ingin mengikatkan kembali tali silahturahmi dengan KBRI Bangkok tetap antusias hadir dan mengikuti jalannya konferensi meski di tengah pandemi COVID-19.  Dengan mengusung tema “Merajut Harmoni di masa Pandemi: Sucikan hati Kembali ke Fitri”, acara kali ini dihadiri oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (ATDIKBUD), Prof.  Dr.  Mustari, M. Pd beserta jajarannya sebagai perwakilan dari KBRI Bangkok. Tak hanya itu, perwakilan Guru-guru dari Sekolah Indonesia Bangkok (SIB) juga turut hadir pada acara kali, serta pengurus Permitha periode 2020-2021, ketua simpul-simpul universitas, panitia AASIC 2020, ketua komunitas religi-Ngajikhun, dan 43 mahasiswa umum Indonesia yang turut hadir dalam daring online.

Sambutan Prof Mustari dalam acara halalbihalal (Humas/Permitha)

Dalam sambutannya Prof. Mustari mewakili ATDIKBUD, beliau juga mengucapkan selamat idul fitri dan memohon maaf atas kekurangan atau kesalahan disengaja maupun tidak sengaja atas nama seluruh personil ATDIKBUD maupun KBRI Bangkok dalam pelayanannya melindungi warga Indonesia. Kehangatan pesan beliau sangat terasa ketika beliau menekankan kembali makna menjaga harmoni di tengah dinamisme situasi saat ini. Bagian menarik selanjutnya, pada kesempatan kali ini juga diadakan kajian siraman rohani yaitu tausyiah interaktif yang dibawakan oleh Ustadz Ridwan Fauzi, yang juga salah seorang mahasiswa yang sedang menempuh studi PhD Kesehatan masyarakat di Chulalongkorn University, Thailand. Kajian ini juga disambut baik oleh para peserta konferensi yang dimana mengingatkan kita kembali akan pentingnya keberlanjutan dalam beramal soleh, ber-istiqomah, tidak hanya ketika bulan Ramadhan datang, tetapi juga setiap hari.

Peserta daring online halalbihalal (Humas/Permitha)

Dalam sesi diskusi umum, sharing-caring informasi antar narasumber menambah wawasan bagi seluruh peserta konferensi. Pada kesempatan konferensi ini, Prof Mustari dan Ibu Sari mewakili ATDIKBUD KBRI Bangkok, menyampaikan harapannya agar penerbangan regular dari Indonesia dan Thailand bisa dibuka kembali pada Juni mendatang, seluruh mahasiswa Indonesia dalam hal ini dihimbau untuk terus memantau sumber informasi terkait agar seluruh persyaratan dapat dipersiapkan semaksimal mungkin. Bersamaan dengan informasi ini, Prof Mustari mengingatkan mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di universitas di Thailand dapat terus menjaga Kesehatan, beliau juga mendoakan agar mahasiswa Indonesia yang masih belum dapat kembali ke Thailand untuk belajar, dapat segera kembali ke Thailand dan mengikuti pendidikan dengan lebih mudah. Untuk saat ini penerbangan repatriasi masih dimonitor oleh KBRI Bangkok untuk rute Bangkok ke Jakarta melalui penerbangan Garuda Indonesia, berhasil dilakukan sebanyak 3x selama pandemi berlangsung. Beliau membenarkan melalui sumber berita dari manajemen pusat transportasi udara di Bangkok, para penumpang yang diperbolehkan untuk datang berkunjung ke Thailand saat ini hanyalah para penumpang dengan visa pekerja dan wajib membawa health certificate yang menyatakan bebas covid melalui swab test PCR method.

Peserta daring online halalbihalal (Humas/Permitha)

Sharing informasi juga ditambahkan dari pihak panitia AASIC 2020, konferensi internasional yang akan digelar Desember tahun ini direncanakan akan melalui dua metode, yaitu online dan offline. Ketua Ngajikhun juga turut menyampaikan informasi akan pencapaian komunitas Ngaji yang berdonasi secara rutin meski tidak bisa berkumpul dan Ngaji –offline bersama. Atdikbud juga menambahkan, untuk pemakaian masjid pada saat shalat berjamaah, mahasiswa Indonesia bisa mengunjungi Islamic center yang ada di KBRI, karena setiap protokol Kesehatan yang ada dijalankan dengan baik sehingga dapat menampung jamaah di tengah pandemic dengan kapasitas halaman yang luas dan terbuka. Mahasiswa Indonesia di Thailand kiranya dapat patuh mengikuti protocol kesehatan yang ada untuk kebaikan bersama.  

Pada akhirnya, konferensi zoom daring halalbihalal PERMITHA-KBRI BANGKOK di Bangkok ini menjadi momen insightful bagi seluruh peserta konferensi untuk menjalin tali silahturahmi, menyempurnakan niat baik di bulan suci Ramadhan. Pada pukul 22.20 (Thai time), konferensi selesai dengan foto bersama, tepukan meriah dari semua peserta dengan informasi yang bisa dibawa pulang, dan tali sirahturahmi yang kian erat berharmoni. Selamat Idul fitri, minal aidzin wal faidzin, maafkan lahir dan bathin, mari kembali ke fitri (Sumber: Humas Permitha).